ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
![]() |
| Bisakah Sariawan Menularkan HIV? |
Sariawan
yang secara medis dikenal sebagai aphthous ulcers adalah salah satu gangguan
pada mulut bagian dalam yang sudah sangat umum terjadi. Hampir semua orang
pernah mengalaminya. Ketika muncul sariawan, Anda pun akan merasa tidak nyaman
ketika makan, minum, atau berbicara.
Karena sering muncul pada siapa pun dan sifatnya yang
tidak membahayakan, sariawan biasanya tidak dianggap sebagai masalah yang
serius. Namun, sariawan bisa menjadi sebuah kekhawatiran bagi sebagian orang
karena banyak yang menyebutkan bahwa ada risiko sariawan menularkan HIV. HIV sendiri adalah virus yang
menyerang daya tahan tubuh manusia. Penularannya bisa terjadi melalui cairan
tubuh dan darah. Inilah yang menyebabkan banyak orang takut tertular HIV lewat
sariawan. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang risiko penularan HIV melalui
sariawan, perhatikan dulu beberapa hal berikut ini.
Bagaimana sariawan terbentuk?
Sariawan biasanya terjadi di bagian dalam mulut
Anda, misalnya pada bibir dan pipi bagian dalam, lidah, atau tenggorokan.
Kemunculan sariawan biasanya ditandai dengan munculnya sejenis bintik atau
benjolan kecil kemerahan yang terasa perih dan tidak nyaman. Semakin lama,
benjolan kecil tersebut akan membesar dan terisi nanah atau cairan mirip dengan
kulit yang melepuh. Rata-rata benjolan ini terbentuk sebesar satu sentimeter,
tapi bisa juga lebih besar lagi.
Mungkinkah sariawan menularkan HIV?
Hanya darah dan beberapa
jenis cairan tubuh yang bisa membawa dan memindahkan virus HIV kepada orang
lain. Cairan tubuh yang dimaksud adalah air mani, cairan praseminal, cairan
vagina, cairan rektum, dan air susu ibu (ASI). Penularan juga hanya mungkin
terjadi jika ada kontak langsung antara darah atau cairan tubuh orang dengan
HIV dengan darah atau cairan tubuh orang lain.
Sariawan adalah luka
terbuka pada bagian dalam mulut yang dalam beberapa kasus mengandung darah (blood blisters). Adanya luka yang terbuka dan darah ini memang
memungkinkan terjadinya perpindahan virus HIV dari satu orang ke orang lain.
Namun, kasus sariawan menularkan HIV ini sangat jarang ditemukan.
Perhatikan beberapa kemungkinan yang bisa meningkatkan risiko penularan HIV berikut
ini.
Seks oral
Tak seperti ludah yang
mengandung enzim, cairan kemaluan seperti air mani dan cairan vagina merupakan
sarang bagi virus HIV untuk berkembang biak. Ini berarti jika Anda yang sedang
sariawan melakukan seks oral tanpa
alat pengaman (kondom) dengan seorang pengidap HIV, Anda berisiko terjangkit
virus tersebut. Penularannya terjadi karena air mani atau cairan vagina
bersentuhan langsung dengan darah atau luka yang terbuka pada sariawan Anda.
Risiko penularan juga akan bertambah besar jika terdapat luka pada kemaluan
orang yang mengidap HIV karena bisa terjadi kontak langsung antara darah Anda
dengan darah pasangan yang mengidap HIV. Untuk menghindari risiko sariawan
menularkan HIV, selalu gunakan kondom meskipun
Anda tidak melakukan penetrasi vagina atau seks anal.
Berciuman
Virus HIV tidak bisa
berpindah melalui ludah (saliva). Namun, jika orang yang mengidap HIV memiliki
sariawan atau luka pada bagian mulut (entah pada gusi, lidah, atau bibir),
darahnya yang mengandung virus HIV berisiko berpindah pada orang yang juga
sedang sariawan. Dengan kata lain, virus HIV tidak berpindah melalui ludah,
melainkan lewat kontak langsung dengan darah dan luka kedua orang yang
berciuman. Apabila Anda memiliki sariawan dan berciuman dengan pengidap HIV
yang tak punya luka atau sariawan, kemungkinan Anda terjangkit HIV sangat kecil
atau bahkan tidak ada sama sekali. Ini dikarenakan ludah pada mulut Anda
mengandung enzim yang bisa langsung mematikan virus HIV yang bersarang dalam
darah dan luka. Jadi, meskipun memang ada risiko penularan HIV jika kedua orang
dengan sariawan atau luka berciuman, kemungkinannya sangat kecil.
Berbagi alat makan
Seperti sudah dijelaskan
sebelumnya, ludah tidak membawa virus HIV sehingga kemungkinan
Anda tertular HIV dari alat makan orang yang mengidap HIV hampir tak ada.
Begitu juga dengan air atau makanan yang menempel pada alat makan. Sejauh ini
belum ada kasus penularan HIV yang terjadi akibat saling pinjam alat makan.
Jika darah atau luka seorang dengan HIV menempel pada alat makan semisal sendok
atau sedotan, virus HIV yang terkandung akan mati dalam waktu beberapa detik.
Maka, ketika Anda yang sedang sariawan menggunakan sendok yang sama setelahnya,
risiko tertular virus HIV sangatlah kecil karena tidak terjadi kontak langsung
antara Anda dan pengidap HIV.
Bagaimana jika saya melakukan hal-hal
tersebut?
Jika Anda tidak yakin
apakah ada kontak langsung dengan orang yang mengidap virus HIV, segera
periksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk melakukan tes darah atau tes
antibodi. Satu-satunya cara untuk memastikan Anda bebas dari virus HIV hanyalah
dengan pemeriksaan HIV. Semakin cepat Anda mendeteksi
virus HIV, semakin efektif juga pengendalian gejala yang bisa Anda
usahakan.

BalasHapusAssalamualaikum Salam sejahtera untuk kita semua, Sengaja ingin menulis
sedikit kesaksian untuk berbagi, barangkali ada teman-teman yang sedang
kesulitan masalah keuangan, Awal mula saya mengamalkan Pesugihan Tanpa
Tumbal karena usaha saya bangkrut dan saya menanggung hutang sebesar
1M saya sters hampir bunuh diri tidak tau harus bagaimana agar bisa
melunasi hutang saya, saya coba buka-buka internet dan saya bertemu
dengan KYAI SANJAYA, awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama 3 hari
saya berpikir, saya akhirnya bergabung dan menghubungi KYAI SANJAYA
kata Pak kiyai pesugihan yang cocok untuk saya adalah pesugihan
penarikan uang gaib 4Milyar dengan tumbal hewan, Semua petunjuk saya ikuti
dan hanya 1 hari Astagfirullahallazim, Alhamdulilah akhirnya 4M yang saya
minta benar benar ada di tangan saya semua hutang saya lunas dan sisanya
buat modal usaha. sekarang rumah sudah punya dan mobil pun sudah ada.
Maka dari itu, setiap kali ada teman saya yang mengeluhkan nasibnya, saya
sering menyarankan untuk menghubungi KYAI SANJAYA Di Tlp 082399986107 atau klik disini
berikan arahan. Supaya tidak langsung datang ke jawa timur, saya sendiri dulu
hanya berkonsultasi jarak jauh. Alhamdulillah, hasilnya sangat baik, jika ingin
seperti saya coba hubungi KYAI SANJAYA pasti akan di bantu Oleh Beliau